Selasa, 20 April 2010

AKMAL SUTJA


Drs. Akmal Sutja, MPd. adalah staf pengajar pada FKIP Universitas Jambi. Ia lahir tahun 1959 di Padang Panjang Sumatera Barat. SD ia tamatkan di desanya Batipuh 1971, MTs 1974 dan MAN 1977. Memiliki D-II PPKn 1980 dan menyelesaikan S-1 jurusan PMP/IKN UNP tahun 1983, dan memperoleh gelar Magister Pendidikan dari UPI 1989 jurusan Bimbingan Penyuluhan.
Kegemaran menulis telah ia perlihat semenjak lama. Semasa masih mahasiswa ia pernah menjadi redaksi koran kampus, dan menulis di banyak media, koran Singgalang, Suara Karya dan majalah psikolgi Anda. Tulisannya pernah meraih Juara Pertama dalam lomba Karya Ilmiah Sumpah Pemuda UNP tahun 1981.
Dengan pengalaman jurnalistik serta memperoleh pendidikan tambahan dalam Bimbingan Konseling, disamping PPKn, telah membuat ia mampu menulis Budi Perkerti ini dengan bahasa populer dan menjadi enak di baca.
Disamping menulis buku ini, bukunya yang telah dipublikasikan Sekitar Garuda Pancasila"CV Angkasa Bandung tahun 1986. Humas suatu Pengantar Jambi: Jurusan IPS. Bigrafi Rektor Unja ke-2, SB Samad: Anak Guru Sekolah Rakyat (CV Angkasa Bandung tahun 1996. Memahami Lingkungan Keluarga dan Pendidikan Anak tahun 2002 dan Panduan Penulisan Skripsi tahun 2005.
Dalam bidang organisasi, mantan Pembantu Dekan I FKIP ini, telah mempelopori berdirinya organisasi Alumni UNP di Jambi. Mempelopori dan menjabat Ketua PENGDA ABKIN 1993-1998. Mendirikan menjabat Dewan pembina HOT Jambi 2002 -sekarang.
Sekarang Bapak yang telah dikarunia 2 pasang anak ini, Uut, Tia, Ryan dan Ikrar dari perkawinannya dengan Guru SMA 5 Jambi, Elizeta, SPd, tercatat sebagai dosen pada program Ekstensi BK FKIP Univ. Jambi disamping Kepala Unit Layanan Bimbingan Konseling (UPBK) Univ. Jambi.

TUJUAN, FUNGSI, ASAS DAN PRINSIP BIMBINGAN KONSELING

BIMBINGAN KONSELING
Disusun Oleh :
1. Dian Novita
2. Ika Putri Agustin
3. Muh. Sigit Prawoto
4. Etik Yuliana
5. Aryanti
6. Gunawan

Dari Berbagai Sumber

A. Pengertian Bimbingan Konseling
Bimbingan konseling adalah sebuah pemberian bantuan dari konselor kepada konseli (klien) untuk mencapai kemandirian klien.
Sedangkan menurut :
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang yang ahli, namun tidak sesederhana itu untuk memahami pengertian dari bimbingan. Pengertian tetang bimbingan formal telah diusahakan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, yang diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908. Sejak itu muncul rumusan tetang bimbingan sesuai dengan perkembangan pelayanan bimbingan, sebagai suatu pekerjaan yang khas yang ditekuni oleh para peminat dan ahlinya. Pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli memberikan pengertian yang saling melengkapi satu sama lain.
Maka untuk memahami pengertian dari bimbingan perlu mempertimbangkan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
“Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya” (Frank Parson ,1951).
Frank Parson merumuskan pengertian bimbingan dalam beberapa aspek yakni bimbingan diberikan kepada individu untuk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalam jabatan. Pengertian ini masih sangat spesifik yang berorientasi karir.
“Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri” (Chiskolm,1959).
Pengertian bimbingan yang dikemukan oleh Chiskolm bahwa bimbingan membantu individu memahami dirinya sendiri, pengertian menitik beratkan pada pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki.
“Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu” (Bernard & Fullmer ,1969).
Pengertian yang dikemukakan oleh Bernard & Fullmer bahwa bimbingan
dilakukan untuk meningkatakan pewujudan diri individu. Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan lingkungannya.
“Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik” (Mathewson,1969).
Mathewson mengemukakan bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan pada proses belajar. Pengertian ini menekankan bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri, tujuan yang diinginkan diperoleh melalui proses belajar.
Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat diambil kesimpulan tentang pengertian bimbingan yang lebih luas, bahwa bimbingan adalah :
“Suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat”

B. Tujuan, Fungsi, Asas dan prinsip Bimbingan Konseling
• Tujuan
Tujuan pemeberian layanan bimbingan ialah agar individu dapat
(1) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karier serta kehidupannya pada masa yang akan datang
(2) mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin
(3) menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat, serta lingkungan kerjanya
(4) mengatasi hambatan serta kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, ataupun lingkungan kerja.

• Fungsi
1. Fungsi pencegahan merupakan usaha pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya masalah
2. Fungsi Penyaluran merupakan layanan bimbingan konseling yang membantu siswa untuk menyalurkan bakat, minat, kecakapan dan kebutuhan sesuai dengan keadaan pribadinya.
3. Fungsi penyesuaian adalah layanan bimbingan konseling berfungsi membantu individu dalam terciptanya penyesuaian antara siswa dan lingkungannya.
4. Fungsi perbaikan merupakan usaha layanan bimbingan setelah fungsi-fungsi di atas mengalami gangguan.
5. Fungsi pengembangan merupakan fungsi bimbingan dalam mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilki individu.
6. Fungsi adaptasi yaitu fungsi yang membantu pada pelaksana pendidikan, khususnya guru atau dosen, widiaiswara, dan wali kelas untuk mengadaptasikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan dan kebutuhan individu.

• Asas
Asas adalah landasan yang mendasari pelaksanaan bimbingan konseling. Menurut Prayitno 1987, asas terbagi menjadi :
a. Asas Kerahasiaan adalah segala sesuatu yang dibicarakan dan diperoleh dalam proses bimbingan dan konseling tidak boleh disampaikan kepada orang lain.
Contoh : konseli menceritakan bahwa ia memiliki penyakit AIDS, maka konselor harus menjaga jangan sampai ia mengungkapkan rahasia itu pada orang lain
b. Asas Kesukarelaan; mengandung pengertian bahwa pelaksanaan bimbingan konseling hendaknya berlangsung atas dasar kesukarelaan dan ketulusan dari kedua belah pihak, baik dari pihak konselor maupun dari pihak klien.
Contoh : Ketika klien punya malasah, baik itu yang berkaitan dengan teman ataupun guru, hendaknya dia datang kepada konselor tanpa ada yang menyuruh (terpaksa), melainkan karena atas kemauannya sendiri.
c. Asas Keterbukaan; diharapkan ke dua belah pihak membuka diri untuk kepentingan pemecahan masalah, konselor dalam hal ini harus terbuka dalam memberikan tekanan dalam membantu memecahkan masalah kepada klien.
Contoh : Klien punya pengalaman jelek dan memalukan, seperti mencuri, mencopet dan lain-lain, hendaknya jangan takut untuk mengungkapkannya. Dan konselorpun harus bisa membuka diri menerima dan mendengarkan serta memberi layanan dengan baik.
d. Asas Kekinian; bimbingan konseling menangani masalah yang saat ini sedang dialami klien, bukan masalah yang terjadi pada masa lalu dan bukan pula yang terjadi pada masa yang akan datang. Pembahasan masalah masa lalu menjadi tanggung jawab psikoterapi.
Contoh : Klien datang dengan mengemukakan masalah yang sedang ia hadapi. Masalah itu bukan masalah masa lalunya. Tetapi masalah yang ia hadapi pada saat ini juga
e. Asas Kemandirian; mengandung makna bahwa layanan bimbingan konseling bertujuan membuat anak menjadi mandiri tidak bergantung pada orang lain.
Contohnya : Konseling dilakukan dengan membantu siswa menemukan sendiri pemecahan masalahnya. Si Ani tidak punya biaya untuk membeli buku. Maka konseling mengarahkan agar si Ani dapat mandiri memikirkan upaya apa yang dapat dilakukannya untuk dapat uang tanpa meninggalkkan sekolag agar ia bisa membeli buku.
f. Asas Kegiatan; bimbingan konseling merupakan proses bantuan, diharapkan klien aktif melakukan kegiatan-kegiatan sehubungan dengan proses layanan yang diterima oleh klien. Konselor harus mampu membangkitkan semangat dan minat klien untuk mau melaksanakan kegiatan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.
Misalnya : Jika konseling dilakukan untuk mengembangkan keberanian siswa berbicara, maka dapat dilakukan diskusi kelompok atau permainan peran. Dan siswa / klien didorong agar tertarik mengikuti kegiatan itu.
g. Asas Kedinamisan; layanan bimbingan konseling menghendaki terjadinya perubahan perilaku dalam diri klien kearah yang lebih baik. Perubahan tersebut harus menuju ke sesuatu yang baru, kreatif, dan maju.
Contohnya : Pada saat konseling pertama siswa berpakaian lusuh, kurang sopan, maka sedikit sedikit siswa dibimbing agar menjaga kerapian. Diharapkan semakin hari kerapian dan kesopanan siswa dapat meningkat.
h. Asas Keterpaduan; hendaknya meliputi seluruh aspek kehidupan fisik dan psiko anak, sebab masalah yang dihadapi anak kemungkinan disebabkan ketidaksesuaian antara aspek yang ada dalam diri anak.
Contohnya dalam melakukan konseling konselor tidak boleh hanya mempertimbangkan aspek fisik saja (kegiatan sehari-hari, perilakunya yang tidak sopan atau hal lain) tetapi juga harus memperhatikan psikologinya, mengapa ia melakukan sutau tindakan berdasarkan psikologi yang ada pada dirinya.
i. Asas Kenormatifan; layanan bimbingan konseling dilaksanakan menurut norma-norma yang berlaku.
Misalnya : Konseling tetap memperhatikan norma, baik itu agama, kesopanan, kesusilaan dan norma hukum. Konseling tidak mungkin dilakukan dengan mengenakan celana pendek (misalnya) atau pakaian lain yang dirasa tidak pantas.
j. Asas Keahlian; layanan bimbingan konseling dilakukan oleh petugas yang ahli, sehingga layanan yang dilakukan akan menimbulkan hasil yang baik.
Contohnya : Konseling harus ditangani oleh Guru Bimbingan konseling (tenaga konselor) . Atau jika tenaga konselor tidak dapat menyelesaikannya dapat dialihtangankan kepada yang lebih ahli.
k. Asas Alih Tangan; layanan bimbingan konseling harus dilakukan berdasarkan kemampuan masing-masing petugas yang lebih mampu.
Misalnya : Arman bermasalah dalam bidang penguasaan konten. Anggap saja ia tidak mampu menyelesaikan tugas matematika. Maka ia dapat dialihtangankan kepada guru Matematika agar ia mampu mengatasi masalahnya.
l. Asas Tut Wuri Handayani; menciptakan suasanan yang aman nyaman dan menyenangkan.
Contohnya : Guru mengupayakan ruangan, suasana yang dapat membuat klien dapat nyaman untuk mengemukakan masalahnya.

• Prinsip
1. Bimbingan adalah untuk semua individu; bimbingan dapat diberikan kepada semua individu dari segala umur sesuai dengan jenis dan sifat permasalahan yang dihadapinya.
2. Bimbingan adalah layanan individu; harus memperhatikan karakteristik individu, kebutuhan individu, karena individu merupakan pribadi yang unik.
3. Bimbingan menekankan pada pandangan yang positif; maksudnya individu dengan usahanya sendiri mampu mencukupi perkembangan yang optimal.
4. Bimbingan adalah usaha bersama; bimbingan tidak dapat dilakukan sendiri oleh konselor.
5. Pengambilan keputusan adalah bagian yang esensial dalam bimbingan; bimbingan diarahkan membantu individu untuk membuat keputusan yang diambilnya atas dasar kecakapan dan tanggung jawab sendiri.
6. Bimbingan dapat dilaksanakan diberbagai latar; menurut kebutuhan dan permasalahan yang timbul.

KEMAMPUAN MENJALANI PERKULIAHAN SECARA EFEKTIF

A. Maksud dan tujuan

Dalam mengikuti kuliah bukanlah kegiatan yang dapat diartikan sebagai sekedar adir dalam ruangan kuliah, tetapi merupakan serangkaian aktifitas yang menuntut penumbuhan sikap yang positif, pemilikan sejumlah informasi dan keterampilan yang memadai, baik sebelum dan setelah kuliah tersebut berlangsung.

Resume inid imaksudkan untuk dapat membantu mahasiswa memahami dan menerapkan berbagai sikap dan keterampilan yang diperlukan dalam mengikuti kuliah. Dengan demikian mahasiswa akan menjadi aktif pada setiap kuliah yang dijalaninya dan pada akhirnya dapat meraih hasil belajar yang optimal sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

B. Masalah dan Harapan

1. Masalah

Masalah yang sering muncul dalam menjalani perkuliahana dalah :

a. Mengalami kesulitan dalam mempersiapkan kondisi fisik dan psikis

b. Tidak mempersiapkan bahan, dan peralatan kuliah

c. Tidak hadir dalam kuliah ataus erring absent

d. Memilih tempat duduk yang tidak strategis dalam ruang kuliah

e. Tidak atau sukar bertanya dalam perkuliahan

f. Tidak mengemukakan pendapat dalam perkuliahan

g. Mudah terpengaruh oleh keadaan di sekitar atau di luar ruang kuliah

h. Banyak materi perkuliahan yang tidak dikuasai

i. Catatan perkuliahan tidak lengkap

j. Tidak menindak lanjuti perkuliahan

k. Mengalami kesulitan dalam membuat karya tulis dan tugas-tugas

2. Harapan

Mahasiswa dituntut mampu mempersiapkan diri, keterampilan dan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan perkuliahan. Keadaan yang diharapkan dari mahasiswa adalah sebagai berikut :

a. Mempersiapkan kondisi fisik dan psikis untuk kuliah

b. Mempersiapkan diri semua bahan dan peralatan perkuliahan

c. Hadir pada semua acara perkuliahan tetap muka

d. Memilih tempat duduk yang strategis dalam ruang kuliah

e. Mampu bertanya dalam perkuliahan

f. Mampu mengemukakan pendapat dalam perkuliahan

g. Mampu mengatasi pengaruh yang mengganggu dari keadaan di sekitar ruang kuliah

h. Menguasai materi perkuliahan secara penuh

i. Mempunyai catatan perkuliahan yang lengkap

j. Menindaklanjuti perkuliahan yang sudah diikuti

k. Menyelesaikan karya tulis dan tugas-tugas lain secara baik dan benar

C. Keterampilan Menjalani Kuliah

Diagram menjalani kuliah adalah sebagai berikut :





















Kesemua kegiatan dan / atau keterampilan tersebut di atas pada dasarnya bertujuan agar mahasiswa mampu memahami secara tuntas apa yang diperbolehkan sewaktu kegiatan tatap muka dengan dosen.

Berhubungan dengan bagaimana berbagai kegiatan dan keterampilan dalam menjalani kuliah yang disebutkan dapat dikuasai dan dipraktekkan oleh mahasiswa. Berbagai pedoman dan latihan berkenaan dengan kegiatan dan keterampilan itu akan dikemukakan pada uraian berikut ini. Mahasiswa diminta untuk mempelajari pedoman-pedoman yang dimaksudkan dan mempraktekkan latihan-latihan yang disediakan.

1. Sikap Terhadap Perkuliahan

Mahasiswa dituntut untuk dapat mengembangkan sikap dan pandangan yang positif terhadap perkuliahan yang dijalaninya. Sejumlah sikap dan pandangan positif yang mestinya dipupuk mahasiswa dalam mengikuti kuliahnya adalah sebagai berikut :

a. Persepsi yang positif terhadap program studi

Sikap dan pandangan positif akan mendorongnya untuk mencintai program studi yang dimaksudkan sehingga membawa dampak-dampak yang menguntungkan terhadap aktifitas belajarnya di situ.

Persepsi positif yang dimiliki mahasiswa tentang program studinya pada gilirannya akan dapat mempengaruhi cita-citanya, motivasi dan minatnya dalam belajar dan terhadap ke semua aktifitas yang berlangsung dalam program studi tersebut akan mudah berkembang bila mana mahasiswa memasuki program studi yang bersangkutan didasarkan atas bakat, minat dan kemampuannya dan tidak atas dasar asal lulus, atau terpaksa oleh lingkungan di luar dirinya.

Namun ada mahasiswa yang pada mulanya merasa terpaksa atau tidak berminat terhadap program studi yang diambilnya, mahasiswa yang bersangkutan perlu menyadari bahwa sikap, minat dan persepsi yang dimilikinya sekarang dapat diubah, dibentuk dan diarahkan ke arah yang lebih positif. Mahasiswa tersebut pula belajar terus-menerus mencintai program studi yang dimasukinya itu dengan cara mengumpulkan berbagai informasi sehubungan dengan program studi yang digelutinya itu.

b. Sikap dan pandangan yang positif terhadap kehadiran dalam kuliah

Adalah keliru apabila mahasiswa berpendirian bahwa tidak hadir dalam kuliah adalah tidak apa-apa dan meminjam catatan atau bertanya kepada teman adalah jalan keluar terhadap ketidakhadiran tersebut.

Sikap positif yang perlu dikembangkan terhadap kehadiran perkuliahan adalah :

1) Tanamkan dalam diri bahwa perkuliahan itu adalah sangat penting bagi kelanjutan studi anda

2) Berupaya mencari berbagai keterangan tentang sifat dan hakekat perkuliahan yang akan anda ikuti.

c. Sikap dan pandangan terhadap dosen

Dosen adalah sumber yang sangat penting dalam perkuliahan. Oleh sebab itu adalah semestinya anda mempunyai sikap dan pandangan yang positif terhadap dosen yang mengajar anda.

d. Sikap dan pandangan yang positif terhadap bahan dan fasilitas perkuliahan

Berbagai bahan dan fasilitas perkuliahan seperti buku-buku sumber, jurnal, hand out, laboratorium dan perpustakaan adalah sumber-sumber yang dapat membantu anda memahami dan menguasasi materi kuliah yang diberikan oleh dosen. Pemahaman yang baik akan kegunaan berbagai bahan dan fasilitas yang dimaksudkan akan mendorong anda untuk memanfaatkan berbagai bahan dan fasilitas itu dengan sebaik-baiknya.

2. Menyiapkan diri mengikuti kuliah

a. Persiapan materi kuliah

Antara lain adalah dengan cara :

1) Membaca kembali catatan berkenaan dengan mata kuliah yang anda ikuti minggu sebelumnya. Apakah anda masih cukup paham ? Adakah yang tidak mengerti? Kalau ya, tanyakan kepada teman dan atau dosen.

2) Membaca bahan, dan berupaya menemukan kaitan bahan kuliah sebelumnya itu dengan bahan yang akan diberikan besok.

Anda dapat membuat pertanyaan-pertanyaan setidak-tidaknya tentang apa, mengapa, untuk apa dan bagaimana materi tersebut.

Contoh, besok perkuliahan dibahas materi pengertian, tujuan, dan fungsi bimbingan dan konseling. Berkenaan dengan pokok bahasan ini beberapa pertanyaan yang terlebih dahulu dapat diajukan adalah sebagai berikut :

§ Apa yang dimaksud dengan bimbingan dan konseling ?

§ Mengapa bimbingan dan konseling perlu dipelajari ?

§ Untuk apa mempelajari bimbingan dan konseling ? Untuk siapa saja? Kapankah diselenggarakan ?

§ Dan lain-lain

b. Persiapan fisik

Selanjutnya kesehatan dan kesegaran fisik akan membantu anda untuk mengemukakan ide-ide yang bagus berkenaan dengan topik yang dibahas itu.

Untuk dapat menjaga kesehatan dan kesegaran fisik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu :

§ Biasakan anda tidur secara cukup sebelum mengikuti kuliah esok harinya

§ Upayakan memakan makanan yang bergizi setiap hari

§ Biasakan melakukan olah raga secara teratur

§ Hindari merokok, minum alkohol dan sejenisnya

3. Mengikuti Kuliah

Untuk sampai pada tujuan yang hendak dicapai dalam mengikuti perkuliahan sejumlah pedoman dapat dijadikan penduan dalam setiap kali mengikuti perkuliaha, yaitu :

1) Memilih tempat duduk dalam ruang kuliah

2) Mencatat materi perkuliahan

3) Bertanya dan menjawab

4) Mengemukakan pendapat, dan

5) Berupaya menghindari diri dari berbagai pengaruh yang mengganggu konsentrasi belajar

4. Menindaklanjuti Materi Perkuliahan

Tujuan dari penerapan kegiatan dan keterampilan ini adalah untuk menindaklanjuti materi-materi perkuliahan yang diperoleh sewaktu mengikuti kuliah bersama dosen. Dalam rangka menindaklanjuti materi perkuliahan tersebut setidak-tidaknya ada tiga jenis kegiatan yang dapat dilakukan oleh mahasiswa yaitu :

a. Menggunakan kartu

Dalam kartu yang anda buat anda dapat menulis secara berurutan mulai dari pengertian motivasi, jenis dan faktor yang mempengaruhi, sampai pada beberapa cara motivasi, jenis dan faktor yang mempengaruhi, sampai pada beberapa cara memotivasi orang. Bagian yang ditulis dalam kartu adalah bagian pokok saja, sebab fungsinya adalah untuk memanggil ingatan anda pada materi yang sudah anda pelajari itu, atau untuk menemukan pemahaman yang lebih sempurna pada sumber-sumber lain.

Dalam hal ini anda berupaya untuk menggunakan hasil belajar tidak semata-mata untuk menghadapi ujian, melainkan juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya apabila anda belajar tentang teknik berkomunikasi antar pribadi, maka teknik-teknik tersebut anda coba dalam setiap kali berkomunikasi dengan orang lain, tanpa orang lain itu mengetahui bahwa anda sedang mencobakan teknik tersebut.

b. Diskusi dengan teman

Berdiskusi dengan teman tentang apa yang telah dikuliahkan merupakan kegiatan pasca kuliah yang amat penting. Ini bertujuan untuk saling mengecek, melengkapi, dan memperkaya materi pokok yang diperoleh sewaktu kuliah tatap muka dengan dosen. Melalui diskusi dengan teman-teman anda dapa saling bertukar pikiran dalam rangka meningkatkan pemahaman anda tentang berbagai isu yang dibahas dalam kuliah. Bila ada yang ketinggalan dalam mencatat pokok-pokok penting, kekurangan catatan itu dapat dilengkapi. Bila anda tidak memahami materi yang disajikan, diskusi dengan teman-teman akan memudahkan anda memahami materi yang dimaksudkan. Bahkan dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan anda tentang materi yang dibahas sewaktu kuliah.

c. Mencuri sumber lain

Sumber-sumber yang dapa dimanfaatkan setelah mengikuti kuliah antara lain adalah : buku, jurnal, film, peta, majalan, acara-acara TV, laboratorium, internet dan lain-lain sebagainya. Sumber-sumber tersebut berisi uraian dan penjelasan yang kadang-kadang lebih lengkap dan terperinci dari pada apa yang diterima sewaktu mengikuti kuliah.



Oleh : Gunawan (Semester 4)